BERBAGI ILMU: "MELUKIS DENGAN COKLAT"

Jumat 17 Maret kemarin, sempat mengisi acara di Jalan Bangka, Mampang. Hanya berbagi ilmu bagaimana membuat coklat karakter. Judul presentasi "Melukis Dengan Coklat". Mungkin yang terlintas dalam pikiran orang setelah membaca judul itu adalah kita melukis di kanvas dengan menggunakan coklat. No, bukan itu. Maksudnya adalah bagaimana coklat yang tadinya berbentuk biasa bisa sebagus hasil lukisan, bentuk karakter yang terlihat seperti hidup dan pastinya kamu akan sayang untuk memakannya. Peserta yang datang yang kebanyakan ibu-ibu sungguh luar biasa. Ini pengalaman pertama saya mengisi acara sebagai trainer dadakan (kayak tahu bulat :v), dan hebatnya tak ada rasa canggung, grogi atau demam panggung seperti yang dialami kebanyakan orang saat berbicara di depan orang banyak. Murni ingin berbagi apa yang saya pahami mengenai bisnis yang sedang saya jalankan ini. Sebagian orang mungkin berbagi dan menjadi motivator bisnis saat sudah sukses, tapi tidak untuk saya. Jatah gagal saya mungkin masih banyak, tapi dengan niat tulus berbagi pada acara kemarin itu semoga Allah SWT melihat perjuangan saya ini sungguhan dan menjadi jalan mulus saya untuk berhasil dan sukses dalam waktu cepat di bisnis coklat ini, aamiin.



Produk yang saya tekankan dalam acara tersebut dan di bisnis ini adalah coklat karakter. Coklat bentuk model kartun atau animasi yang pastinya lucu-lucu.


Cerita sedikit ahh, sudah dari 2009 saya berbisnis ini, jatuh bangun dan gagal terus. Sekarang pun belum bisa dibilang sukses, walaupun sudah banyak yang tahu soal brand saya. Pernah suatu ketika saya ingin berhenti mengerjakan ini, down itu hadir dan membuat saya hampir menyerah. Tapi mungkin memang sudah digariskan saya kerjakan ini, jadi ada saja yang jadi mood booster.



Ortu memang seperti kurang suka kalau saya berbisnis, "dapatnya gak jelas", begitu pikirnya. Beda dengan menjadi karyawan yang bisa gajian tiap bulan. Tapi saya yakin kalau bisa berhasil dalam bisnis dan punya kebebasan finansial sebelum usia saya 30 tahun. Apa yang nantinya saya dapatkan insya Allah 10x lipat lebih dari penghasilan karyawan, yang selama ini, impian ini saya sampaikan dan selalu diremehkan, lalu saya balas dengan senyuman dan berkata,”aminkan saja ma, pa”. Satu hal yang buat saya tetap berjalan adalah, walaupun ortu saya meremehkan tapi itu semua karena ketidaktahuan mereka akan hasil dan pencapaian yang bisa didapat kalau saya seriusin bisnis ini.



Saya hanya coba berdamai dari konflik dengan orang tua. Saya tetap kerjakan bisnis ini sambil saya juga mengikuti maunya mereka untuk bekerja dan dapat gaji. Jadi sekarang saya bekerja, sekolah dan sambil berbisnis. Oiya, Allah ijinkan saya untuk mengenyam pengalaman keren, belajar dari orang-orang keren, gabung di komunitas keren dan mendapat beasiswa di sekolah kewirausahaan.


“Maka nikmat mana lagikah yang kamu dustakan?” Penggalan surat Ar-Rahman itu sungguh menampar saya, Allah sudah sangat baik memberikan ini semua namun apa yang saya berikan sebagai hak-Nya Allah belum benar. Masih berjuang memperbaiki diri dan ibadah.



Oke, kembali ke laptop. Coklat karakter ini memang tidak saya saja, banyak juga produsen di luar sana yang menjadi kompetitor hebat saya dalam berbisnis. Tapi saya yakin, saya bisa memberikan nilai lebih dari bisnis saya ini sesuai niat saya agar bisa bermanfaat untuk sebanyak umat di dunia aamiin.



Dalam acara kemarin, saya memberikan tips bagaimana melelehkan coklat yang praktis. Selama ini cara konvensional yang dipakai, yaitu potong kecil-kecil coklat letakan dalam panci dan tim di atas air panas. Buat saya yang agak tidak sabar apalagi kalau pesanan lagi banyak, benar-benar membuat habis waktu, melelehkannya saja sudah sejam belum lagi melukis, mencetak dan mengemasnya. Bikin coklat jadi itu gak gampang lohh, butuh kesabaran dan ketelitian. Kalau gak telaten, saya gak akan masih mengerjakan bisnis ini hehe.



TIPS PRAKTIS



Melelehkan coklat ala saya adalah menggunakan penanak nasi listrik atau yang kita kenal magic com, magic jar, atau rice cooker. Coklat batang saya masukan  dalam plastik segitiga kemudian saya lelehkan dalam rice cooker, dalam tombol warm ya jangan cook. Setelah coklat meleleh, plastik pasti agak basah karena uapnya, jadi gunakan serbet untuk mengeringkannya dan juga agar kita pegang tidak kepanasan.



Tips selanjutnya, mulailah melukis pada cetakan coklat yang kita inginkan dengan satu warna dulu. Jadi kalau saya, satu coklat warna (misal dark coklat untuk gambar mata) itu saja yang saya kerjakan dulu sampai selesai ke semua cetakan yang mau dibentuk. Setelah itu baru beralih ke warna lain untuk melukis. Dalam hal ini gak perlu koq yang namanya jago gambar. Hanya perlu ketelitian aja karena di cetakan sudah ada tekstur bentuk-bentuknya, kita tinggal ikutin aja.



Setelah kelar dengan bagian depan cetakan, mulai menutup sedikit-sedikit misal bagian muka,,tiban saja bagian matanya. Kemudian lanjut ke pakaian dan lain-lain sampai tertutup dan tergambar semua, baru setelah itu finishing dengan menutup coklat sampai memenuhi cetakannya.



Selanjutnya, masukan ke kulkas,boleh ke freezernya atau kulkas bagian bawah gak masalah koq yang penting dingin. Setelah keras, keluarkan coklat dari dalam cetakan. Coklat yang benar-benar keras dengan sempurna akan mudah dikeluarkan dari dalam cetakan dan tidak meninggalkan bekas sedikit pada cetakan dan hasil mengkilap. Letakkan pada piring ceper, kemudian seka coklatnya agar tidak berkeringat (berair karena baru keluar dari kulkas, berembun gitu) setelah benar-benar kering, baru gunakan plastik wrapping untuk mengemasnya jadi terlihat lebih higienis.



Selesai semua coklat jadi di wrapping, mulai pengemasan agar lebih cantik. Bisa menggunakan kotak mika atau dus cantik. Untuk stik, sebaiknya di wrapping juga baru dibungkus lagi dengan plastik pembungkusnya dan dipakai kawat warna untuk pengikatnya.


Setelah itu, coklat siap untuk di pajang. Have a nice making chocolate.